SAYEMBARA CIPTA KARYA PUISI, CERPEN, DAN ARTIKEL 2011

 

SAYEMBARA CIPTA KARYA PUISI, CERPEN, DAN ARTIKEL

“POTRET BUDAYA MASA KINI”

 

A.          DASAR PEMIKIRAN

Menulis merupakan proses kreatif yang menuangkan segala bentuk imajinasi kedalam perpaduan huruf hingga membentuk kata, kalimat, dan paragraf dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Imajinasi berupa pengalaman, budaya, adat-istiadat dan segala aspek kearifan lokal lainnya hingga segala aspek kehidupan. Sungguh dibutuhkan kepekaan yang luar biasa untuk dapat menjalankan proses kreatif menulis. Kepekaan inilah yang harus dilatih melalui menulis dengan tujuan untuk membentuk manusia yang memiliki nilai sosial tinggi, berbudi pekerti luhur, serta berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara. 

Akhir-akhir ini kehidupan para remaja diselimuti berbagai problematika yang mengarah pada dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya. Hal itu sebagai akibat dari segala aspek kehidupan yang masuk ke negara kita, sebut saja salah satunya adalah budaya. STKIP PGRI Ponorogo yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di Ponorogo yang memfokuskan diri pada Pendidikan Bahasa dan Seni (Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris) tentu dituntut wajib untuk terus mengembangkan program-program yang dapat menstimulus generasi penerus bangsa agar dapat berkiprah di pentas akademik secara lebih baik, salah satunya adalah melalui media tulis-menulis

Fenomena demikian menjadi dasar pemikiran kami yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (PEMBAHAS) SEMA STKIP PGRI Ponorogo mengajukan kegiatan perlombaan menulis yang kami konsep dalam satu kegiatan yang diberi nama SAYEMBARA CIPTA KARYA PUISI, CERPEN, DAN ARTIKEL dengan tema “POTRET BUDAYA MASA KINI”. Kegiatan ini adalah salah satu usaha membangkitkan kepekaan dalam proses kreatif menulis para pelajar. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung dalam proses kreatif menulis harus tetap kita jaga dan tingkatkan. Agar kelak bangsa kita menjadi bangsa yang tidak meninggalkan dan tidak lupa akan budayanya.

B.     TUJUAN KEGIATAN

1.    Menanamkan kepekaan melalui proses kreatif menulis;

2.    Menekankan peran penting Bahasa dan Sastra Indonesia dalam perubahan sosial;

3.    Refleksi kritis : peran pemuda khususnya para pelajar dalam sikap cinta dan bangga terhadap bahasa dan sastra indonesia;

4.    Mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengapresiasi bahasa dan sastra indonesia serta sejarah kebudayaan indonesia;

5.    Menyatukan visi dan misi kebahasaan dan kesastraan Indonesia yang dapat memberikan kontribusi terhadap pemerintah dan para pelaksana pendidikan dalam mewujudkan reformasi pendidikan;

Sebagai wadah mengoptimalkan potensi, khususnya ketrampilan menulis.

  1. C.    PESERTA DAN DEWAN JURI
  2. 1.      PESERTA

Peserta sayembara adalah pelajar SMA/Sederajat wilayah Karisidenan Madiun (Ponorogo sekitarnya).

  1. 2.      DEWAN JURI
    1. Dewan juri berasal dari dosen Sekolah Tinggi/Sederajat yang dinilai memenuhi syarat yaitu minimal sarjana pendidikan bahasa atau praktisi yang berkompeten, pernah menjadi juri, dan mampu bersikap adil (independen).
    2. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun.
  2. D.    METODE PELAKSANAAN

Karya yang sudah terkumpul akan diseleksi oleh dewan juri. Pengumuman sepuluh karya terbaik untuk masing-masing kategori sayembara (puisi, cerpen, dan artikel) akan diumumkan lewat media cetak. Sepuluh karya terbaik akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan dewan juri dan akan ditentukan tiga pemenangnya (Juara I, II, II) berlaku untuk semua kategori sayembara cipta karya (puisi, cerpen, dan artikel). Penyerahan hadiah dan pengumuman pemenang akan diumumkan pada acara Motivasi Wraiting pada tanggal 26 Juni 2011 pukul 08.00 WIB – selesai bertempat di Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo, Jl. Ukel No. 39 Kertosari, Babadan, Ponorogo.

  1. E.     TAHAP PELAKSANAAN KEGIATAN
  2. Pendaftaran dan pengumpulan karya

Tanggal      : Paling lambat tanggal 5 Juni 2011(cap pos bila dikirim via pos)

Tempat       : Sekretariat Jl. Ukel No.39 Kertosari, Babadan, Ponorogo (Ruang Senat Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo)

  1. Penilaian karya oleh dewan juri

Tanggal      : 13 Juni – 19 Juni 2011

  1. Motivasi Writing (Penyerahan hadiah dan pengumuman pemenang)

Tanggal      : 26 Juni 2011

Tempat       : Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo

Jam             : 08.00 WIB – Selesai

  1. F.     BIAYA PENDAFTARAN

Biaya pendaftaran sayembara cipta karya puisi, cerpen, dan artikel adalah Rp 15.000,- untuk tiap pendaftaran/pengiriman karya dan dikirim ke nomor rekening Bank BRI 6504-01-006046-53-7 a.n Linda Rohmawati atau diantar langsung ke sekretariat : Ruang Senat Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo Jl. Ukel No. 39 Kertosari, Babadan, Ponorogo.

  1. G.    KATEGORI SAYEMBARA CIPTA KARYA
  2. 1.      SAYEMABARA CIPTA KARYA PUISI
    1. a.      Tema

Tema cipta karya puisi adalah “Potret Budaya Masa Kini.”

  1. b.      Syarat Peserta

1)      Peserta adalah pelajar SMA/sederajat Se-Karisidenan Madiun;

2)      Peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari satu kategori sayembara;

3)      Membayar biaya pendaftaran Rp 15.000,- untuk tiap pendaftaran karya dan dikirim ke nomor rekening Bank BRI 6504-01-006046-53-7 a.n Linda Rohmawati atau diantar langsung ke sekretariat;

  1. c.       Ketentuan Karya

1)      Karya merupakan hasil karya sendiri, bukan saduran atau terjemahan;

2)      Karya belum pernah dimuat dimedia/dipublikasikan, dan belum pernah diikutkan dalam lomba lain;

3)      Karya ditulis menggunakan bahasa Indonesia;

4)      Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi;

5)      Setiap pengiriman minimal 3 judul puisi, karya diketik di atas kertas ukuran A4, spasi 1,5, jenis Times New Rowman, font 12;

6)      Tidak mencantumkan identitas diri di lembar karya;

7)      Naskah digandakan rangkap 4 dengan melampirkan fotokopi bukti transfer biaya pendaftaran, fotokopi kartu pelajar yang masih berlaku dan biodata diri (Nama Terang, Alamat, No.HP, Asal Sekolah, Kelas, dll);

8)      Naskah dapat dikirim melalui via pos atau diantar langsung ke Sekretariat Sayembara Cipta Karya : Jl. Ukel No. 39, Kertosari, Babadan, Ponorogo, Kode Pos 63491, paling lambat tanggal 5 Juni 2011 cap pos;

9)      Karya yang dikirim sepenuhnya menjadi hak milik panitia.

  1. d.      Aspek Penilaian

1)      Kesesuaian dengan tema;

2)      Kesesuaian isi dengan judul puisi;

3)      Pemakaian bahasa :

a)      Ketepatan pemilihan kata, rima, ungkapan, dan kalimat;

b)      Kegunaan pemilihan kata dan kalimat dalam pewujudan gagasan dan pengembangan imajinasi;

c)      Sarana retorika :

  • Kekuatan menghidupkan imajinasi (citraan, bayangan) melalui pemakaian bahasa;
  • Kesesuaian dan ketepatan pemakaian majas atau makna spesifik yang mempunyai daya bayang bagi pembaca.

4)      Isi/Makna :

a)      Kesesuaian gagasan dengan tema;

b)      Kewajaran pengembangan gagasan;

c)      Nilai-nilai kehidupan/budaya.

5)      Kreativitas :

a)      Gagasan baru (khas) dan cara pengungkapan gagasan yang dikemukakan;

b)      Bentuk (tipografi) dan aspek lain yang memperlihatkan adanya inovasi.

  1. e.         Penghargaan

1)   Juara I                    :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan   Rp 600.000,00

2)   Juara II                  :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan   Rp 400.000,00

3)   Juara III                 :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan   Rp 250.000,00

4)   10 Karya terbaik    :   Piagam Penghargaan + Souvenir  

5)   Peserta keseluruhan : Piagam Penghargaan

  1. 2.      SAYEMBARA CIPTA KARYA CERPEN
    1. a.      Tema

Tema cipta karya cerpen bersifat terbuka/bebas, dan disarankan untuk mengangkat tema yang berkaitan dengan budaya.

  1. b.      Syarat Peserta

1)      Peserta adalah pelajar pelajar SMA/sederajat Se-Karisidenan Madiun;

2)      Peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari satu kategori sayembara;

3)      Membayar biaya pendaftaran Rp 15.000,- untuk tiap pendaftaran karya dan dikirim ke nomor rekening Bank BRI 6504-01-006046-53-7 a.n Linda Rohmawati atau diantar langsung ke sekretariat;

  1. c.       Ketentuan Karya

1)      Karya merupakan hasil karya sendiri, bukan saduran atau terjemahan;

2)      Karya belum pernah dimuat dimedia/dipblikasikan, dan belum pernah diikutkan dalam lomba lain;

3)      Karya ditulis menggunakan bahasa Indonesia;

4)      Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi;

5)      Karya diketik di atas kertas ukuran A4, spasi 1,5, jenis Times New Rowman, font 12, dengan panjang 4 – 8 halaman;

6)      Tidak mencantumkan identitas diri di lembar karya;

7)      Naskah digandakan rangkap 4 dengan melampirkan fotokopi bukti transfer biaya pendaftaran, fotokopi kartu pelajar yang masih berlaku dan biodata diri (Nama Terang, Alamat, No.HP, Asal Sekolah, Kelas, dll);

8)      Naskah dapat dikirim melalui via pos atau diantar langsung ke Sekretariat Sayembara Cipta Karya : Jl. Ukel No. 39, Kertosari, Babadan, Ponorogo, Kode Pos 63491, paling lambat tanggal 5 Juni 2011 cap pos;

9)      Karya yang dikirim sepenuhnya menjadi hak milik panitia.

  1. d.      Aspek Penilaian

1)      Kesesuaian isi dengan judul cerpen;

2)      Tokoh/Penokohan

3)      Alur

4)      Latar

5)      Pemakaian bahasa :

a)      Ketepatan pemilihan kata, rima, ungkapan, dan kalimat;

b)      Kegunaan pemilihan kata dan kalimat dalam pewujudan gagasan dan pengembangan imajinasi;

c)      Sarana retorika :

  • Kekuatan menghidupkan imajinasi (citraan, bayangan) melalui pemakaian bahasa;
  • Kesesuaian dan ketepatan pemakaian majas atau makna spesifik yang mempunyai daya bayang bagi pembaca.

6)      Isi/Makna :

a)      Kesesuaian gagasan dengan tema;

b)      Kewajaran pengembangan gagasan;

c)      Nilai-nilai kehidupan/sosial dan budaya.

7)      Kreativitas :

a)      Gagasan baru (khas) dan cara pengungkapan gagasan yang dikemukakan;

b)      Bentuk (tipografi) dan aspek lain yang memperlihatkan adanya inovasi.

  1. e.         Penghargaan

1)   Juara I                    :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan   Rp 600.000,00

2)   Juara II                  :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan   Rp 400.000,00

3)   Juara III                 :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan   Rp 250.000,00

4)   10 Karya terbaik    :   Piagam Penghargaan + Souvenir

5)   Peserta keseluruhan : Piagam Penghargaan   

  1. 3.      SAYEMBARA CIPTA KARYA ARTIKEL
    1. a.      Tema

Tema cipta karya artikel adalah “Potret Budaya Masa Kini.”

  1. b.      Syarat Peserta

1)      Peserta adalah pelajar pelajar SMA/sederajat Se-Karisidenan Madiun;

2)      Peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari satu kategori sayembara;

3)      Membayar biaya pendaftaran Rp 15.000,- untuk tiap pendaftaran karya dan dikirim ke nomor rekening Bank BRI 6504-01-006046-53-7 a.n Linda Rohmawati atau diantar langsung ke sekretariat;

  1. c.       Ketentuan Karya

1)      Karya merupakan hasil karya sendiri, bukan saduran atau terjemahan;

2)      Karya belum pernah dimuat dimedia/dipblikasikan, dan belum pernah diikutkan dalam lomba lain;

3)      Karya ditulis menggunakan bahasa Indonesia;

4)      Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi;

5)      Karya diketik di atas kertas ukuran A4, spasi 1,5, jenis Times New Rowman, font 12, dengan panjang 4 – 8 halaman;

6)      Tidak mencantumkan identitas diri di lembar karya;

7)      Naskah digandakan rangkap 4 dengan melampirkan fotokopi bukti transfer biaya pendaftaran, fotokopi kartu pelajar yang masih berlaku dan biodata diri (Nama Terang, Alamat, No.HP, Asal Sekolah, Kelas, dll);

8)      Naskah dapat dikirim melalui via pos atau diantar langsung ke Sekretariat Sayembara Cipta Karya : Jl. Ukel No. 39, Kertosari, Babadan, Ponorogo, Kode Pos 63491, paling lambat tanggal 5 Juni 2011 cap pos;

9)      Karya yang dikirim sepenuhnya menjadi hak milik panitia.

  1. d.      Aspek Penilaian

1)     Kemenarikan judul, isi dengan tema;    

2)      Kesesuaian judul dengan isi artikel;         

3)      Ketercukupan data, fakta, dan teori;    

4)      Argumentasi dan analisis;  

5)      Sistematika pengungkapan;

  1. e.       Penghargaan

1)   Juara I                    :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan    Rp 600.000,00

2)   Juara II                  :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan   Rp 400.000,00

3)   Juara III                 :  Piagam Penghargaan + Tropi + Uang Pembinaan   Rp 250.000,00

4)   10 Karya terbaik    :   Piagam Penghargaan + Souvenir 

5)   Peserta keseluruhan : Piagam Penghargaan

 H.    SUSUNAN PANITIA

1.      Pelindung                     : Drs. Kasnadi, M.Pd (Ketua STKIP PGRI Ponorogo)

2.      Pembimbing                : Drs. H. Sutedjo, M.Hum (Pembantu Ketua II)

3.      Penasehat                     : Dra. Siti Munifah, M.Pd (Pembantu Ketua III)

4.      Penanggung Jawab    : Sugeng Endri C (Ketua SEMA STKIP PGRI Ponorogo)

5.      Panitia Pelaksana        :

Ketua                           : Nur Wachid

Sekretaris                    : Ulfa Hawin Nikmah

Bendahara I                : Linda Rohmawati

Bendahara II               : Siti Mar’atus Solikah

Kesekretariatan          : Ani Purnami

                                        Novita Hidayatul M

                                        Erna Eka Y

Seksi Acara & Kegiatan :    

Seksi Pub.Dekdok & Publikasi :

1.

M. Roni Kristanto

1.

Riska Maulida

2.

Eko Hendri S

2.

Mohammad Thoyib

3.

Fitri Handayani

3.

Mimin Nur Katmin

4.

Andre Setiawan

4.

Desi Tri Utami

       

Seksi Perlengkapan :           

Seksi Konsumsi :

1.

Hendrik Eko S

1.

Vanita Kartika P

2.

Nur Laili M

2.

Sista Sulistyawati

3.

M. Khamim Nahrowi

3.

Thohari

4.

Yoshi Fitra N

4.

Titin Siti S

       

Seksi Sponsorship :

Seksi Humas :

1.

M. Amin Abdul .R

1.

Martina

2.

Jumri Prayitno

2.

Robin

3.

Heri Nuroso

3.

Ike Fatmawati

4.

Imam Fakurotzi

4.

Dedik Widyanto

Membaca Membuka Jendela Dunia

By. Nur Wachid
PBSI B 2009 (R) STKIP PGRI PONOROGO

Pernahkah sepintas terpikir manfaat membaca ketika sedang membaca ? Memang kadang membaca adalah sebuah hiburan semata. Tapi perlu diketahui hiburan tersebut adalah salah satu manfaat dari membaca. Yang menjadi tolak ukur bukanlah berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk membaca. Bukan juga berapa banyak buku yang sudah dibaca. Tanpa disadari kita membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 jam dan 5 sampai 10 buku untuk membaca. Apakah yang kita baca dapat ditangkap oleh system kerja otak kita? Sungguh disayangkan apabila apabila waktu dan buku yang banyak sudah dibaca tidak dapat ditangkap oleh system kerja otak kita. Semua akan sia – sia. Kita membuang waktu sedangkan waktu yang terbuang itu dapat diisi dengan berbagai aktivitas lain.
Memang jika kita belajar pada negara – negara maju seperti Korea, Jepang, Amerika. Mereka berhasil memajukan bangsanya dengan membaca. Mengisi waktu dengan membaca. Dimanapun berada membawa buku bacaan. Seakan membaca sudah menjadi budaya yang melekat pada setiap individu. Sebelum kita belajar dan menerapkan budaya mereka, alangkah lebih optimal sebagai langkah awal kita mengetahui membaca secara mendalam. Membaca dapat dimulai dengan mengetahui manfaat membaca itu sendiri. Dengan begitu kita lebih mempersempit dan lebih efisiensi waktu ketika membaca. Misal, kita sedang mencari fakta mengenai sesuatu hal. Langkah pertama kita mencari sumber buku yang berisi fakta – fakta tersebut. Kedua, setelah menemukan sumber buku yang dicari, kita membaca dengan teknik sesuai dengan manfaat membaca yang sudah ditentukan yaitu mencari fakta. Secara efisiensi waktu, tidak terlalu banyak waktu yang terbuang. Secara manfaat kita juga memperoleh manfaat tersebut.
Berbicara tentang budaya, bagaimana membaca itu menjadi budaya di bangsa kita? Kita tengok berapa prosentase kaum perlajar dan kaum intelektual yang membudayakan membaca? Berapa banyak orang – orang yang memenuhi perpustakaan – perpustakaan ? Pertanyaan tersebut akan terjawab sendiri ketika melihat fakta di Ponorogo misalnya. Sekitar pukul 5 sore sampai 10 malam tak jarang para pelajar dan para mahasiswa memenuhi dan menghabiskan waktu duduk berjam – jam sambil minum kopi di warung trotoar jalan protokol di Ponorogo. Memang sulit mengubah kebiasaan – kebiasaan yang sudah menjadi budaya tersebut. Dan tak ada hak untuk orang lain kecuali pribadi itu sendiri mau mengubahnya. Tapi tidak mustahil menjadikan membaca sebagai budaya. Tentunya membutuhkan proses dan waktu yang tidak pendek. Perlu perjuangan dan usaha keras dari kalangan – kalangan tertentu dan instansi – instansi terkait. Peran serta dari warga masyarakat yang dengan penuh kesadaran tanpa ada unsur paksaan sedikitpun juga sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya.
Sebagai langkah awal, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan tentang manfaat membaca. Dengan membaca kita dapat melihat dunia ini tampak kecil. Dengan ilmu dan informasi – informasi yang sudah diperoleh dari membaca, dapat menjadi cara mengatasi problematika kehidupan. Tak ada lagi yang dipermasalahkan. Hingga tuntutan ekonomi akan terpenuhi akibat dari orang – orang yang sudah memperoleh ilmu tentang cara mengatasi ekonomi melalui membaca. Dan masih banyak lagi manfaat dari membaca. Yang perlu diingat bahwa membaca tak akan membuat kita rugi. Bahkan banyak sekali keuntungan yang diperoleh melalui membaca.
Langkah berikutnya adalah memperbaiki kinerja dan sarana prasarana fasilitas perpustakaan. Dengan fasilitas – fasilitas yang lengkap dan nyaman, menimbulkan minat dan menjadikan fasilitas tersebut seperti surga ilmu pada diri pembaca. Mereka akan lebih betah tinggal di perpustakaan dari pada tinggal di tempat tinggal masing – masing. Hingga tak didapati perpustakaan yang sepi akan pengunjung. Bahkan ketika membaca sudah menjadi budaya yang melekat disetiap individu, kita masih melihat lagi para pelajar dan kaum intelektual duduk berjam – jam sambil minum kopi di warung trotoar, tapi bedanya ditangan mereka ada buku yang selalu dibaca.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.